Beranda > Gudang Pengetahuan > Love the Flat Ones

Love the Flat Ones

Cetok…cetok…cetok…cetok…

 

Tentu bunyi semacam itu tak asing lagi bagi kita yang kerap kali berada di lingkungan yang sama dengan para pecinta high heels atau bahkan menjadi bagian dari penggemar sepatu berhak tinggi tersebut. Terus terang saja, kalau saya hanya termasuk pengamat, bukan pengguna, apalagi sampai pecinta.

 

Mengapa saya sebut pengamat? Karena secara tak sadar, saya sering mengamati sepatu semacam itu yang kebetulan banyak dipakai oleh orang-orang di sekitar saya. Bukan bermaksud apa-apa, itu hanya semacam reflek atau apalah namanya, yang jelas merupakan suatu bentuk respon terhadap bunyi seperti yang telah saya ceritakan sebelumnya. Didorong oleh campuran antara heran dan salut, saya berkata atau lebih tepatnya mengajukan pertanyaan retoris kepada diri saya sendiri: ”koq bisa jalan ya?” Ah…itu kan kalau saya. Saya tak sepantasnya membandingkan mereka dengan diri saya.

 

Kemarin, saya sempat searching tentang efek pemakaian sepatu berhak tinggi di Paman Google, dan saya menemukan artikel yang memberikan cukup banyak informasi mengenai hal ini. Ternyata, berdasarkan artikel tersebut, memang ada beberapa dampak negatif, seperti: osteoartritis dan achilles tendonitis. Untuk selengkapnya, bisa dibaca di sini.

 

Searching berlanjut, dan saya menemukan gambar tentang dampak pemakaian sepatu berhak tinggi dari ausville.com. Cukup jelas, namun sengaja tidak saya tampilkan. Jika Anda ingin tahu, bisa dilihat di sini.

 

Mau pakai high heels atau flat shoes, itu tergantung pilihan masing-masing, asalkan siap dengan konsekuensinya. Kalau saya, saya akan setia kepada flat shoes. Bagi saya, lebih aman dan nyaman, meskipun harus menerima konsekuensi saya akan tetap terlihat pendek. Lha, memang udah dari sononya, mau diapakan lagi? :mrgreen:

Last quote: I love flat shoes…and potatoes… 😆

Sumber gambar: indiwo.com (high heels), siamese-dream.com (flat shoes)

Iklan
Kategori:Gudang Pengetahuan Tag:
  1. triyonoraharjo
    Oktober 16, 2008 pukul 10:34 am

    sepatu dhuwur po sepatu trepes..nek nggo gajul wong liyo ..yo lumayan loro tho yoo 🙂

  2. riri
    Oktober 16, 2008 pukul 12:29 pm

    wah, nek aku mah puaaaliing nyaman yo nggo sandal jepit to yo…hehe

  3. Sadat ar Rayyan
    Oktober 16, 2008 pukul 12:31 pm

    nek aku seneng srandalan 😀

  4. Oktober 16, 2008 pukul 1:00 pm

    @riri: ho oh, memang nyaman… 🙂

    @kang sadat: hehehe…tak bisa membayangkan kang sadat pake high heels… 🙄

  5. Oktober 16, 2008 pukul 1:58 pm

    my quotes : i love nyeker… and gudhek ceker :mrgreen:

  6. Oktober 16, 2008 pukul 2:16 pm

    saya yang pejalan kaki jauh ini tentunya lebih cinta sama flat shoes 😉 lagipula, sekarang ada banyak sekali flat shoes yang cantik

    suka banget gambar flat shoesnya ^^

  7. Oktober 16, 2008 pukul 3:19 pm

    @pak abu: hehe klo saya suka soto ceker pak…duhh lama ga makan itu…

    @chang’e: saya juga pejalan kaki sejak di kota ini…iya, banyak yang cantik…shopping sepatu bareng yuukk… :mrgreen:

  8. Oktober 17, 2008 pukul 11:51 am

    suka takjub dengan perempuan-perempuan cantik pelmakai high heels, apalagi yang lancip.. lha waong pake sendal jepit aja, aku kadang kedengklok, hiks…

    aku punya satu, ga terlalu tinggi sih. jarnag dipakai, diliat aja karena cantik. sayang kalau rusakd an takut kedengklok, hehehe

  9. herr
    Oktober 19, 2008 pukul 11:15 am

    bukannya klo pake high heels malah menyusahkan wanita itu sendiri?

  10. Oktober 20, 2008 pukul 6:09 am

    tulisan yg bermanfa’at, kadang2 wanita biar keliatan lebih tinggi, menggunakan high heels.
    Atau biar keliatan orang kantoran yah?

  11. Oktober 20, 2008 pukul 8:17 am

    @pak prasetyo: waktu itu siy ada temen bilang biar keliatan profesional, he he he 😆

  12. dyra
    Oktober 20, 2008 pukul 3:55 pm

    aku pengen pake tapi takut jatuh.

    lagipula flat shoes jelas” lebih enak dan ga menyiksa kaki.

    jadi kapan blanja”? katanya di ambassador banyak sepatu flat bagus. aku jadi pengen, hihihi

  13. Oktober 21, 2008 pukul 12:23 pm

    memang sih, kesannya beda.. tapi kalau diliat dari segi kesehatan, ya itu masalah lain.

    hayuk, cari flat shoes, mine are already worn out, thanks to the trip to Kota, hahaha 😀 *tapi ngga nyesel sama sekali, love it so..*

  14. Oktober 21, 2008 pukul 12:25 pm

    @chang’e: next trip…Belitung…ok, sist?

  15. Oktober 22, 2008 pukul 5:28 am

    OoOooO, tidak, saya sangat terlamabat ngasi komen.

    yeah, high heels can kills you, and kills dogs too (kalo dilempar), 😀

  16. Oktober 22, 2008 pukul 8:12 am

    @bangfik: pengalaman ngelempar doggie pake high heels yah? 😆

  17. Jacro 200
    Februari 17, 2009 pukul 10:08 pm

    @Melati: pengalaman sepatunya digondol anjing tetangga pas kkn.

    • April 20, 2010 pukul 3:52 pm

      hehehe…najis mugholadhoh 😆

  18. Juli 24, 2016 pukul 3:11 am

    After I initially left a comment I appear to have clicked on the -Notify me when new comments are added- checkbox and from now on every time a comment is
    added I get 4 emails with the exact same comment. Is there
    a means you are able to remove me from that service?
    Kudos!

  19. Juni 24, 2017 pukul 10:41 am

    I really like your writing style, excellent info, regards for putting up :D. “In university they don’t tell you that the greater part of the law is learning to tolerate fools.” by Doris Lessing.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: