Maryamah Karpov: Sejumput Pertanyaan
Setelah menunggu selama berbulan-bulan, akhirnya terbit juga novel yang satu ini, novel keempat dari Tetralogi Laskar Pelangi karya Pak Cik Andrea. Alhamdulillah…
Tidak seperti yang saya duga sebelumnya. Maryamah Karpov – julukan bagi Mak Cik Maryamah, wanita tua yang ahli bermain catur Karpov – yang namanya diangkat menjadi judul novel ini, ternyata hanya sedikit saja disinggung. Mungkin karena itu, ada judul tambahan ”Mimpi-mimpi Lintang”. Yang ini rasanya lebih pas.
Ada beberapa pertanyaan yang tiba-tiba muncul dan dengan seenaknya berhamburan di otak saya setelah selesai membaca novel ini. Agar menjadi lebih rapi, saya sengaja menuliskannya di sini, berharap ada yang bisa menjawab. Tapi maaf, saya tidak bisa menjelaskan secara rinci bab dan halaman tentang hal-hal yang membuat saya bertanya-tanya karena saya menulis ini hanya berdasarkan ingatan. Bisa jadi pertanyaan saya itu sebenarnya tidak layak dipertanyakan karena analisis saya yang salah, sebagai akibat dari ingatan yang terbatas.
Baiklah, saya akan langsung saja pada pertanyaan-pertanyaan itu. Saya sudah tidak sanggup bertanya-tanya sendirian.
Bukan, bukan Pulau Pelangi. Nama sebenarnya adalah 




Komentar Tetangga