Oleh: Melati | April 1, 2009

Alis Manis Jangan Dibuang

alis-wwwrilekscomSaya minta maaf sebelumnya jikalau judul di atas terasa sedikit janggal. Apa boleh buat, hanya judul itulah yang terlintas di benak saya, sengaja di-pleset-kan dari peribahasa ”habis manis sepah dibuang”. Dicap kurang kreatif tak apalah, yang penting maksud dan tujuan dari tulisan ini tersampaikan dan semoga bermanfaat. Amin.

Sulam alis, istilah yang sebenarnya sudah tak asing lagi di dunia kecantikan. Tapi mungkin saja beberapa dari kita baru mendengarnya kali ini. Terus terang saya sendiri juga tidak terlalu paham mengenai apa dan bagaimana sulam alis tersebut. Sedikit yang saya tahu, cara sulam alis itu hampir sama dengan tatoo alis, yaitu tinta dimasukkan ke kulit dengan menggunakan jarum. Tetapi pada sulam alis, jarum hanya masuk sampai kulit ari sehingga tidak begitu sakit jika dibandingkan dengan tatoo alis. Dalam hal daya tahan, tentu saja sulam alis ini masih kalah dengan tatoo alis karena hanya dapat bertahan beberapa tahun.

Sulam alis tersebut hanyalah salah satu usaha yang dilakukan oleh para wanita untuk memperindah bentuk alis. Ada juga yang memilih tatoo alis yang tahan lama atau bahkan sekedar mencukur saja. Tentu saja usaha-usaha tersebut dilakukan bukan tanpa tujuan. Jelas, para wanita itu ingin tampak cantik. Tapi, apakah benar dengan bentuk alis yang lebih ”indah” daripada aslinya, seorang wanita juga akan kelihatan lebih cantik? Karena cantik itu relatif, hasil penilaian mengenai cantik atau tidaknya seseorang tergantung siapa yang menilai dan standar mana yang dipakai.

Bagaimana dengan kita? Standar mana yang kita gunakan? Sudah seharusnya kita selalu mengedepankan aturan Islam dalam segala hal, termasuk kecantikan yang memang tidak dapat dipisahkan dari keseharian muslimah.

Rasulullah bersabda: ”Allah SWT melaknat wanita yang suka mentato tubuhnya dengan cara menusukkan jarum yang disertai nila atau celak ke dalam tubuhnya (al Wasyimah), wanita yang meminta orang lain agar mentato dirinya (al Mutausyimah), wanita yang mencabut bulu-bulu di sekitar wajahnya, termasuk yang memperpendek dan menghilangkan bulu alisnya (al Mutanamishah), wanita yang mengikir celah-celah giginya supaya menjadi renggang (al Mutafallijat), yang mengubah ciptaan Allah” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadist di atas secara eksplisit menyebutkan apa yang tidak boleh dilakukan oleh para wanita. Berdasarkan hadist tersebut, jelas bahwa sulam alis, tatoo alis, dan cukur alis merupakan usaha mempercantik diri yang dilaknat oleh Allah karena pada hakikatnya mengubah ciptaan-Nya. Lagipula, Allah menciptakan sepasang alis kita ini karena memang bermanfaat. Misalnya saja, melindungi mata dari keringat yang bercucuran di dahi. Jadi, alis manis jangan dibuang (dicukur), biarkan mereka apa adanya, dan jadilah muslimah yang cantik sekaligus syar’i:mrgreen:

Oleh: Melati | Februari 10, 2009

Gambar Kepala Baru II

gambar kepala lama

gambar kepala lama

gambar kepala baru

gambar kepala baru

Oleh: Melati | Januari 2, 2009

An Emptiness of Idea…

the-chair

Oleh: Melati | Desember 19, 2008

Maryamah Karpov: Sejumput Pertanyaan

maryamah-karpovSetelah menunggu selama berbulan-bulan, akhirnya terbit juga novel yang satu ini, novel keempat dari Tetralogi Laskar Pelangi karya Pak Cik Andrea. Alhamdulillah

 

Tidak seperti yang saya duga sebelumnya. Maryamah Karpov – julukan bagi Mak Cik Maryamah, wanita tua yang ahli bermain catur Karpov – yang namanya diangkat menjadi judul novel ini, ternyata hanya sedikit saja disinggung. Mungkin karena itu, ada judul tambahan ”Mimpi-mimpi Lintang”. Yang ini rasanya lebih pas.

 

Ada beberapa pertanyaan yang tiba-tiba muncul dan dengan seenaknya berhamburan di otak saya setelah selesai membaca novel ini. Agar menjadi lebih rapi, saya sengaja menuliskannya di sini, berharap ada yang bisa menjawab. Tapi maaf, saya tidak bisa menjelaskan secara rinci bab dan halaman tentang hal-hal yang membuat saya bertanya-tanya karena saya menulis ini hanya berdasarkan ingatan. Bisa jadi pertanyaan saya itu sebenarnya tidak layak dipertanyakan karena analisis saya yang salah, sebagai akibat dari ingatan yang terbatas. 

 

Baiklah, saya akan langsung saja pada pertanyaan-pertanyaan itu. Saya sudah tidak sanggup bertanya-tanya sendirian.

 

Pertama

Pada bagian Ikal bersiap-siap ujian thesis, disebutkan bahwa pada saat itu adalah bulan Ramadhan yang kebetulan bertepatan dengan bulan September. Saya tidak tahu persis apakah pada bulan September di Perancis siang benar-benar menjadi lebih panjang, tapi bukan itu yang mau saya tanyakan, melainkan tahun ketika peristiwa itu berlangsung karena hal ini tidak disebutkan secara jelas. Berdasarkan perhitungan saya dengan bantuan Hijri Cal v1.4 (www.divineislam.com), Ramadhan bertepatan dengan September pada tahun 2008, 2007, 2006, dan juga sekitar 30 tahun yang lalu (1973-1978), 60 tahun yang lalu, dst. Hmmm…kira-kira mana yang paling mungkin ya?

 

Kedua

Ketika Ikal berkumpul dengan sahabat-sahabat Laskar Pelangi-nya di sebuah bangunan yang tadinya adalah sekolah mereka tercinta, SD Muhammadiyah. Diceritakan bahwa di sana masih tersisa hasil pengukuran tinggi badan mereka. Ada sedikit yang ganjil di sini. Tinggi badan Ikal dan Syahdan (kalau tidak salah) mengalami penurunan, Ikal 1 cm dan Syahdan (lagi-lagi kalau tidak salah) 9 cm. Salah cetakkah atau jangan-jangan saya yang salah baca ya?

 

Ketiga

Masih seputar sahabat-sahabat Laskar Pelangi Ikal. Disebutkan bahwa Sahara dan Flo telah bahagia dengan suami-suaminya. Pada novel pertama – Laskar Pelangi – diceritakan bahwa pada akhirnya Sahara menikah dengan A Kiong. Tetapi pada novel ini, seolah-olah Sahara telah bahagia dengan suaminya yang bukan A Kiong. Apa memang benar begitu? Atau saya yang salah menangkap kalimat-kalimat itu?

 

Sementara hanya 3 pertanyaan yang terpikir oleh saya. Saya sangat berharap dapat segera terjawab. Ada yang bisa membantu memberikan penjelasan? Pak Cik Andrea mungkin? He he…ngarep banget… :mrgreen:

Oleh: Melati | Desember 4, 2008

SMS Ibu…

Semalam, dengan langkah gontai tak bertenaga, aku memasuki kamar kosku. Sudah jam 20.30 ternyata. Rutinitas pulang malam lagi2 harus mewarnai hari2ku.

 

Duduk di atas pembaringan berwarna merah muda, kuambil ponsel tuaku dari dalam ransel kerja. Kulihat ada sebuah SMS dari ibu.

 

SMS ibu kali ini membuat kedua mataku sedikit berkaca2…

 

”Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (Q.S. Luqman: 17)

 

Ud’uunii astajiblakum…

”Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al Mu’min: 60)

 

Iya, Bu…

Aku akan berusaha…

Senangnya, akhir pekan ini kita akan dipertemukan kembali…Insya Allah

Oleh: Melati | Desember 1, 2008

Berbunga-bunga :-)

img_0392Lagi-lagi tema jalan2. Hmmm…memang tidak akan ada habisnya.

 

Kali ini tujuan saya adalah Monumen Nasional, salah satu kebanggaan masyarakat Jakarta, bahkan Indonesia…

 

Tapi di sini, saya tidak akan bercerita banyak tentang Monumen Nasional itu sendiri, meskipun sempat menjelajahi pelataran puncak dan cawannya. Ada satu hal kecil yang menarik perhatian saya di kala kunjungan tak terencana itu.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Melati | Nopember 25, 2008

Gambar Kepala Baru

Setelah kurang lebih 4 bulan lamanya nge-blog, akhirnya saya putuskan ganti gambar kepala.

Tidak lebih bagus daripada yang original (memang tidak bagus siy…) :lol:

Masih tidak sesuai dengan tema.

Dan saya rasa, tidak memenuhi standar fotografi yang baik dan benar.

 

Setidaknya, hasil jepretan sendiri.

Maap ya…agak2 silau… :D

 

Lain kali, mungkin akan saya ganti lagi, semoga bisa sesuai dengan tema… 

gambar kepala lama

gambar kepala lama

gambar kepala baru

gambar kepala baru

Oleh: Melati | Nopember 20, 2008

I Am Rich!!!

Entah mimpi apa semalem. Pagi2, buka email, dapet rejeki nomplok…

Wanna know? Please see the picture below!

 

email

 

PS. Hehehe…ada yang minta ditraktir?

Oleh: Melati | Nopember 18, 2008

Wisata di Museum BI

180px-museum_bank_indonesiaHari gini mana ada yang gratisan? Eits, jangan salah… Ada lagi. Udah gratis, nyaman pula. Kalo Anda jeli, tentu tahu yang saya maksud. Lihat baik2 judul tulisan ini. Yup, Anda benar. Yang saya maksud dengan sesuatu yang gratis dan nyaman adalah wisata di Museum BI alias Museum Bank Indonesia. Jangan berpikiran kalo wisata di museum itu membosankan. Apalagi di museum ini, amat sangat jauh dari kesan semacam itu. OK, let me tell u ‘bout my experience on this tour…  

Baca Lanjutannya…

Oleh: Melati | Nopember 17, 2008

Gosok-gosok Bahasa (??)

Beberapa minggu yang lalu, setelah melalui proses pemikiran yang cukup panjang, akhirnya aku memutuskan membeli setrika. Abisnya kalo minjem, sering lupa ngembaliin siy. Itung2 sebagai investasi ketika nanti berumah tangga (amiiin, Insya Allah).

 

Entah ada angin apa, tiba2 waktu itu aku tertarik untuk mengeksplorasi kotak pembungkus setrika baruku. Bahkan sempat potret2 segala, kurang kerjaan banget deh. :lol:

Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori