Saya minta maaf sebelumnya jikalau judul di atas terasa sedikit janggal. Apa boleh buat, hanya judul itulah yang terlintas di benak saya, sengaja di-pleset-kan dari peribahasa ”habis manis sepah dibuang”. Dicap kurang kreatif tak apalah, yang penting maksud dan tujuan dari tulisan ini tersampaikan dan semoga bermanfaat. Amin.
Sulam alis, istilah yang sebenarnya sudah tak asing lagi di dunia kecantikan. Tapi mungkin saja beberapa dari kita baru mendengarnya kali ini. Terus terang saya sendiri juga tidak terlalu paham mengenai apa dan bagaimana sulam alis tersebut. Sedikit yang saya tahu, cara sulam alis itu hampir sama dengan tatoo alis, yaitu tinta dimasukkan ke kulit dengan menggunakan jarum. Tetapi pada sulam alis, jarum hanya masuk sampai kulit ari sehingga tidak begitu sakit jika dibandingkan dengan tatoo alis. Dalam hal daya tahan, tentu saja sulam alis ini masih kalah dengan tatoo alis karena hanya dapat bertahan beberapa tahun.
Sulam alis tersebut hanyalah salah satu usaha yang dilakukan oleh para wanita untuk memperindah bentuk alis. Ada juga yang memilih tatoo alis yang tahan lama atau bahkan sekedar mencukur saja. Tentu saja usaha-usaha tersebut dilakukan bukan tanpa tujuan. Jelas, para wanita itu ingin tampak cantik. Tapi, apakah benar dengan bentuk alis yang lebih ”indah” daripada aslinya, seorang wanita juga akan kelihatan lebih cantik? Karena cantik itu relatif, hasil penilaian mengenai cantik atau tidaknya seseorang tergantung siapa yang menilai dan standar mana yang dipakai.
Bagaimana dengan kita? Standar mana yang kita gunakan? Sudah seharusnya kita selalu mengedepankan aturan Islam dalam segala hal, termasuk kecantikan yang memang tidak dapat dipisahkan dari keseharian muslimah.
Rasulullah bersabda: ”Allah SWT melaknat wanita yang suka mentato tubuhnya dengan cara menusukkan jarum yang disertai nila atau celak ke dalam tubuhnya (al Wasyimah), wanita yang meminta orang lain agar mentato dirinya (al Mutausyimah), wanita yang mencabut bulu-bulu di sekitar wajahnya, termasuk yang memperpendek dan menghilangkan bulu alisnya (al Mutanamishah), wanita yang mengikir celah-celah giginya supaya menjadi renggang (al Mutafallijat), yang mengubah ciptaan Allah” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadist di atas secara eksplisit menyebutkan apa yang tidak boleh dilakukan oleh para wanita. Berdasarkan hadist tersebut, jelas bahwa sulam alis, tatoo alis, dan cukur alis merupakan usaha mempercantik diri yang dilaknat oleh Allah karena pada hakikatnya mengubah ciptaan-Nya. Lagipula, Allah menciptakan sepasang alis kita ini karena memang bermanfaat. Misalnya saja, melindungi mata dari keringat yang bercucuran di dahi. Jadi, alis manis jangan dibuang (dicukur), biarkan mereka apa adanya, dan jadilah muslimah yang cantik sekaligus syar’i…



Setelah menunggu selama berbulan-bulan, akhirnya terbit juga novel yang satu ini, novel keempat dari Tetralogi Laskar Pelangi karya Pak Cik Andrea. Alhamdulillah…
Lagi-lagi tema jalan2. Hmmm…memang tidak akan ada habisnya.


Hari gini mana ada yang gratisan? Eits, jangan salah… Ada lagi. Udah gratis, nyaman pula. Kalo Anda jeli, tentu tahu yang saya maksud. Lihat baik2 judul tulisan ini. Yup, Anda benar. Yang saya maksud dengan sesuatu yang gratis dan nyaman adalah wisata di Museum BI alias Museum Bank Indonesia. Jangan berpikiran kalo wisata di museum itu membosankan. Apalagi di museum ini, amat sangat jauh dari kesan semacam itu. OK, let me tell u ‘bout my experience on this tour… 








